Sama, Beda

Angin bertiup dan dedaunan berjatuhan seperti biasa. Aku berjalan menyusuri kampus Ganesha. Jalan yang sama, gedung-gedung yang sama, suasana yang sama.

Tapi, hey, ada yang berbeda. Aku berjalan sendirian. Tidak ada lagi kawan-kawan yang setiap harinya selalu mengisi hari-hariku, bahkan malam-malamku. Tidak ada lagi kawan-kawan yang biasanya selalu menemaniku berjalan menyusuri kampus Ganesha ini.

Aneh rasanya ketika kita berpapasan, namun hanya sekedar bertegur sapa. Padahal biasanya kita selalu berjalan bersama, tiap harinya, tiap jamnya, tiap menitnya, tiap detiknya.

Yah, mungkin masa-masa itu sudah berlalu. Biarlah, karena sekedar mengenang momen-momen tersebut sudah cukup mengisi kesepian hatiku. Jangan lupakan waktu kita bersama kawan. Suatu hari nanti, ingatlah, kita pernah berbagi mimpi yang sama dan memperjuangkannya bersama.

Terima kasih atas waktu yang tidak akan pernah kusesali :)

Amanah

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, nama walikota Bandung, Ridwan Kamil, direkomendasikan dalam Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang dirilis oleh Jokowi Center. Walaupun masih berupa rekomendasi, beliau segera menanggapinya. “Saya mengucapkan terima kasih kalau ada yang menominasikan. Tapi, filosofi hidup saya kan bekerja sepenuh hati. Saya juga kan baru sembilan bulan (menjabat), dalam janji politik saya, Bandung baru kelihatan itu tahun ketiga,” kata Kang Emil di Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jumat (25/7/2014). Selain itu beliau menambahkan, “Saya komitmen bahwa saya ingin membereskan satu-satu tugas hidup saya sampai tuntas. Jadi kalau Bandung beres kan menginspirasi juga ke seluruh Indonesia. Masih banyak mimpi yang masih dikejar. Kalau sudah lima tahun mungkin banyak yang bisa ditunjukkan.” (http://regional.kompas.com/read/2014/07/25/15234781/Ridwan.Kamil.Ogah.Masuk.Kabinet.Jokowi-JK)

Ada hal yang sangat saya apresiasi disini. Beliau memprioritaskan amanah yang sudah diemban, walaupun ada kemungkinan amanah lain yang ditawarkan dapat memposisikan beliau untuk bermanfaat dalam ruang lingkup yang lebih besar. Dalam masa jabatannya, memang beliau sudah banyak melakukan perbaikan dalam berbagai hal, mulai dari membuat taman-taman hingga menertibkan PKL. Namun memang hal-hal tersebut masih sangat jauh dari apa yang diharapkan warga, yang notabene adalah para pemberi amanah kepada beliau. Masih banyak yang harus dibuktikan oleh beliau untuk mengatakan bahwa beliau sudah sukses mengemban amanah sebagai walikota Bandung. Bandung saat ini, masih jauh dari visi Bandung Juara yang beliau canangkan saat Pemilihan Walikota Bandung 2013. Dapat dibayangkan jika beliau pergi saat ini, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap beliau dan akan sulit bagi beliau untuk merealisasikan mimpi-mimpi besar lainnya.

Seorang mentor pernah berkata kepada saya, “Jika kamu dihadapkan kepada suatu persimpangan jalan, dimana kamu harus memilih untuk bertanggung jawab atas amanahmu atau mengejar mimpi-mimpimu, tanpa ragu pilihlah tanggung jawab.”

Salam Bandung Juara

Bandung Juara

Aku

Aku terbangun dari tidurku.

Aku bertanya-tanya, seperti apa rupaku hari ini?

Ya, aku memang terlahir dengan sebuah keanehan. Setiap bangun tidur rupa fisikku berubah-ubah. Kemarin aku adalah seorang wanita berhidung pesek dengan rambut hitam panjang yang tebal dan kaki yang jenjang. Hari ini aku adalah seorang lelaki bermata sipit dengan jenggot dan kumis yang tipis serta otot-otot yang kekar.

Aku terdaftar sebagai seorang mahasiswa, terkadang mahasiswi, di Bandung University. Aku mengambil jurusan Teknik Sipil dan baru saja menyelesaikan tahun pertamaku di sini. Setiap hari, aku berangkat ke kampus pukul 7 pagi dan tidak pernah terlambat untuk masuk kelas. Sebelum masuk kelas, tidak lupa aku selalu mempelajari terlebih dahulu materi apa yang hari itu rencananya akan dosen berikan. Aku tidak pernah lalai dalam mengerjakan tugas yang diberikan karena aku tidak pernah menunda-nunda untuk mengerjakannya.

Dalam waktu luangku, aku mengisinya dengan berbagai kegiatan positif. Terkadang aku mengikuti kepanitiaan acara-acara kemahasiswaan, sesekali aku menjadi ketuanya. Sering juga aku membantu masyarakat sekitar untuk membersihkan lingkungannya, atau sekedar berdiskusi dan berdialog untuk kepentingan warga sekitar. Aku juga senang berdiskusi. Aku dan teman-temang sering menginap hingga fajar menjelang untuk berdiskusi mengenai berbagai macam hal, mulai dari kinerja pemerintahan saat ini, kondisi industri dalam negeri, hingga hal-hal seperti tujuan hidup dan ideologi.

Aku tak pernah bosan berkegiatan di kampus. Aku sadar, segala kegiatan ini adalah untuk mengasah potensi-potensi yang ada dalam diriku agar aku dapat meraih mimpi-mimpi yang aku punya. Aku tak akan pernah berhenti bermimpi, karena aku adalah sebagian dari sedikit orang yang mampu mengenyam pendidikan tinggi di negeri ini, dan adalah tanggung jawabku untuk berbakti kepada masyarakat sebagai generasi penerus bangsa.

Rupa fisikku memang selalu berubah-ubah, tetapi kawan-kawanku akan selalu segera tahu bahwa itu adalah aku.

Karena bagaimanapun fisik ini terlihat, hati dan jiwa ini akan tetap sama.

Karena selama nyawa ini masih ada, identitas ini tidak akan pernah lepas.

Kaderisasi dan Perubahan

Kepada Para Penggerak Perubahan,

Bicara tentang kaderisasi, rasanya tak tahan bagiku untuk menceritakan kisah di tahun 2011. Saat itu, 17 siswa-siswi SMA yang baru naik ke kelas 11 sedang merancang sebuah kaderisasi awal bernama Organization Skill Training untuk organisasi mereka, Perwakilan Kelas. Berbulan-bulan mereka berdiskusi dan mengkaji apa sebenarnya kebutuhan organisasi mereka dan apa metode yang tepat untuk mewariskan nilai-nilai dalam organisasi mereka. Rasanya tidak berlebihan jika aku katakan semua pikiran dan jiwa mereka curahkan terhadap kaderisasi ini. Segala tumpah ruah emosi pun hadir menandakan kesepenuhhatian mereka dalam merancang kaderisasi ini.

Pertanyaannya, kenapa? Apa sebenarnya yang membuat mereka begitu serius dalam menghadapi kaderisasi ini? Kenapa mereka rela mengorbankan waktu mereka untuk belajar bahkan waktu mereka untuk keluarga demi mengkader orang-orang yang bahkan sebelumnya belum mereka kenal? Apa sebenarnya yang membuat kaderisasi ini begitu berharga bagi mereka?

Kawan, mereka bicara tentang kaderisasi di sini. Mereka bicara tentang sebuah proses yang akan membentuk dan merubah karakter seseorang. Mereka sedang membangun orang-orang yang akan melanjutkan mimpi-mimpi dan perjuangan mereka. Mereka sedang merubah hidup orang-orangyang akan merubah hidup orang-orang yang lain lagi nantinya.

Bahkan ketika acara tersebut sudah selesai dilaksanakan, mereka sadar bahwa tugas mereka belum selesai. Organization Skill Training hanyalah sebuah gerbang awal dalam organisasi mereka. Kaderisasi harus terus dilakukan, karena merubah karakter seseorang bukanlah sebuah proses yang instan. Dibutuhkan dedikasi dan perjuangan yang lebih untuk mewujudkannya.

Sekarang kita akan menghadapi OSKM ITB 2014. Orang-orang yang akan kita bentuk dan rubah karakternya katanya Putra-Putri Terbaik Bangsa. Bayangkan potensi di dalam mereka, dan bayangkan betapa besarnya dampak yang akan mereka berikan nantinya. Dampak seperti apa yang mereka berikan, secara tidak langsung bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mereka saat ini.

Ribuan mata siap melihat apa yang kita lakukan. Ribuan telinga siap mendengar apa yang kita kumandangkan. Ribuan hati siap tergugah setelah menerima apa yang kita sampaikan. Tapi, sudahkah kita membayangkan bagaimana bangsa kita dan bahkan dunia kita setelah kita melakukan perubahan tersebut?

Mahasiswa dan Peradaban Manusia

Spesies kita, manusia, sudah cukup lama menempati bumi ini. Awalnya, kita hidup secara nomaden, berburu dan meramu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seiring dengan lahan-lahan yang mulai dijelajahi dan perkembangan pola pikir manusia, gaya hidup nomaden pun bergeser ke arah gaya hidup bertani. Peradaban yang semakin besar membangun kerajaan-kerajaan dan dimulailah kehidupan bermasyarakat. Pada masa-masa ini tercatat terjadinya Revolusi Ilmiah dan Revolusi Industri yang merubah pola pikir dan gaya hidup manusia, dan menjadi cikal bakal Abad Modern. Bahkan di Abad Modern ini pergeseran gaya hidup terus terjadi. Manusia selalu mencari cara agar hidupnya menjadi lebih baik. Segala perkembangan peradaban ini sesungguhnya bermula dari satu titik, yaitu perkembangan ilmu dan pola pikir masyarakatnya.

Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sipil. Namun, mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih dalam menuntut ilmu dibandingkan dengan masyarakat sipil lainnya. Seorang mahasiswa dididik agar memiliki kemampuan interpersonal (soft skill) dan kompetensi keilmuan (hard skill), serta pemahaman pola pikir atau ideologi yang logis dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan segala kelebihan yang mahasiswa miliki, sudah pasti mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih dalam kehidupan bermasyarakat. Adalah tanggung jawab mahasiswa untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat, karena mahasiswa memegang harapan-harapan dari masyarakat lainnya untuk terus mendorong peradaban manusia ke arah yang lebih baik.

Saat ini, mahasiswa Indonesia cenderung pasif dan mengikuti arus. Mereka menganggap dunia kampus sebagai batu loncatan menuju dunia kerja. Kampus ini hanyalah tempat mereka menghabiskan kurang lebih empat tahun hidup mereka agar hidup mereka sendiri menjadi lebih baik. Mereka tidak sadar bahwa menjadi mahasiswa bukanlah sekedar melanjutkan pendidikan dari bangku SMA, namun menjadi mahasiswa berarti sebuah kesiapan untuk memegang tanggung jawab yang lebih dibandingkan dengan kalangan masyarakat yang lain.

Mahasiswa kini harus sadar, bahwa di pundak mereka lah harapan-harapan masyarakat bersandar.

Mereka harus sadar, bahwa mereka lah pionir dari segala pembangunan.

Di genggaman mahasiswa lah arah perubahan peradaban manusia berada.